Baca Juga
Hadits ke _11
عَن
مُعَاذِنِ
الجُهَنِيِ
رَضَي
اللٌهُ
عَنَهُ
قَالَ:قَالَ
رَسُولُ
اللٌه
صَلَي
اللٌهَ
عَلَيهِ
وَسَلَمَ
مَنَ
قَرَأ
القُرانَ
وَعَمِلَ
بِمَافِيهِ
اُلُبِسَ
وَالِدَاهُ
تَاجًا
يَومَ
القَيِامَةِ ضَووُهَ اَحسَنُ مِنُ ضَوءِ الشٌمسِ فيِ بُيُوُتِ الدٌنَيا فَمَا ظَنٌكُم بِالَذِيُ عَمِلَ بِهذَا (رواه احمد وابو داوود ووصححه الحاكم)
Dari Mu’adz al Juharni r.a.
berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “barangsiapa membaca al Qur’an dan
mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, maka kedua orang tuanya akan
dipakaikan mahkota pada hari Kiamat yang cahayanya lebih terang daripada cahaya
matahari seandainya berada dirumah-rumah kalian di dunia ini. Maka bagaimana
menurut perkiraan kalian mengenai orang yang mengamalkannya?” (Hr. Ahmad dan
Abu Dawud)
Berkah dari membaca dan
mengamalkan al Qur’an adalah orang tua si pembaca akan dipakaikan mahkota pada
hari kiamat yang cahayanya melebihi cahaya matahari seandainya matahari itu
berada didalam rumah kita. Matahari yang jaraknya jauh saja begitu terang
sinarnya. Apalagi jika matahari itu berada di dalam rumah, tentu akan lebih
terang dan berkilauan. Namun cahaya mahkota bagi orang tua si pembaca al Qur’an
dan mengamalkan isinya akan lebih terang daripada sinar matahari yang berada di
dalam rumah. Jika orang tua si pembaca al Qur’an saja akan mendapatkan pahala
demikian tinggi, maka tidak dapat kita bayangkan ketinggian pahala bagi si
pembacanya itu sendiri? Apabila orang yang menjadi perantara saja demikian
tinggi derajatnya, apalagi orang yang melakukannya sendiri, tentu akan
memperoleh derajat yang lebih tinggi lagi. Orang tuanya mendapatkan pahala
tersebut karena dialah yang telah melahirkannya dan mendidiknya.
Adanya matahari di rumah dalam
hadits diatas menunjukan maksud yang sangat halus; bahwa seandainya matahari
itu dekat, tentu cahayanya semakin terasa. Dan setiap sesuatu yang selalu ada
didekat kita akan menumbuhkan kecintaan yang mendalam terhadapnya. Matahari,
karena jauh jaraknya menjadi asing bagi kita. Namun jika setiap saat selalu
didekat kita, timbullah keakraban dan kecintaan. Oleh sebab itu, selain ada
isyarat keutamaan cahaya mahkota juga ada isyarat tentang kecintaan. Setiap
orang mendapatkan manfaat sinar matahari, namun jika manfaat itu diberikan
kepada seseorang, tentulah hal itu merupakan kebanggaan bagi pemberinya.
Hakim meriwayatkan dari Buraidah
r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa yang membaca al Qur’an dan
mengamalkannya, maka akan dipakaikan kepadanya sebuah mahkota yang terbuat dari
nur (cahaya). Dan kedua orang tuanya akan dipakaikan dua pasang pakaian yang
sangat indah tiada bandingnya di dunia ini. Orang tuanya akan bertanya kepada
Allah, “Ya Allah, mengapa kami diperlakukan seperti ini?” Allah menjawab, “Ini
adalah pahala bacaan al Qur’an anakmu.”
Dalam kitab Jam’u1 Fawa’id
terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Anas r.a. bahwa
Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa mengajarkan anaknya membaca al Qur’an,
maka dosa-dosanya yang akan datang dan yang telah lalu akan diampuni. Dan
barangsiapa mengajarkan al Qur’an pada anaknya sehingga menjadi hafizh al
Qur’an, maka pada hari Kaimat ia akan dibangkitkan dengan wajah yang bercahaya
seperti cahaya bulan purnama, dan dikatakan kepada anaknya, “Mulailah membaca
al Qur’an!” Ketika anaknya mulai membaca satu ayat al Qur’an, maka ayahnya
dinaikkan satu derajat, demikian terus ditinggikan derajatnya hingga tamat
bacaannya.”
Demikian keutamaan bagi orang tua
yang mengajari anaknya membaca al Qur’an. Jika Anda menjauhkan anak Anda dari
agama hanya karena beberapa rupiah, maka bukan saja diri Anda yang akan
terhalang dari pahala, tetapi Anda juga harus menjawab pertanyaan-pertanyaan
Allah. Apakah karena Anda takut jika menjadi seorang ustadz atau hafizh, kelak
hanya akan menjadi seorang penjaga masjid yang hidupnya bergantung pada orang
lain, sehingga Anda melarang anak Anda belajar agama? Ingatlah! Jika demikian,
berarti Anda telah melemparkan anak Anda kedalam penderitaan yang
selama-lamanya. Bahkan Anda juga menanggung beban tanggung jawab yang sangat
besar. Sebuah hadits menyebutkan:
كُلُّكُمْ
راع
وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِه.
“Setiap kamu adalah pemimpin, dan
setiap kamu akan ditanya tentang kepemimpinannya.”
Setiap orang akan ditanya,
sejauhmana ia telah mengajarkan agama? Memang sangat penting menjauhkan diri
dari aib-aib itu, tetapi tidak mau berpakaian hanya karena takut kutu busuk
sangatlah tidak masuk akal. Justru kita harus menjaga kebersihan pakaian itu.
Demikian pula jika Anda mengajarkan agama kepada anak Anda, maka kelak Anda
akan terbebas dari tuntutan, dan selama anak Anda masih hidup, seluruh amal
baiknya dan doa-doa ampunan yang ia mohonkan untuk Anda,semua itu akan
menyebabkan derajat Anda dinaikkan. Sebaliknya, jika hanya karena rakus mencari
beberapa rupiah sehingga Anda mengorbankan pendidikan agama anak-anak Anda,
maka kelak selain Anda akan menanggung akibatnya, Anda juga tidak bisa lepas
dari tanggung jawab atas kefasikan dan kejahatan mereka. Sedangkan catatan amal
Anda tidak akan kosong begitu saja dari simpanan azab di akhirat.
0 Response to "Hadis keutamaan al-quran hadist ke 11 dari 40"
Post a Comment