banner4

KEWAJIBAN SUAMI KEPADA ISTRI

Baca Juga

 KEWAJIBAN SUAMI

          Ketika seorang lelaki telah memberanikan diri mengambil wanita sebagai istri, dia akan memiliki kewajiban baru yaitu memberi nafkah keluarga. lni merupakan kewajiban utama seorang suami yang tidak boleh tidak harus dipenuhi dan berdosa jika melalaikannya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

Berdosalah orang (suami) yang mengabaikan nafkah keluarga  yang menjaditanggungannya.(HR.Muslimdan Abu Dawud).

           Nafkah keluarga merupakan amal wajib yang paling afdhal karena dengan nafkah itu,keluarganya dapat beramal, Di samping itu, menafkahi keruarga termasuk amal kebajikan dan juga sedekah.Bahkan  tidak hanya sedekahbiasa,melainkan sedekah yang paling utama karena mengutamakannya berarti   telah memenuhi kewajibannya sebagai penanggung jawab nafkah keluarga  dan memperoleh pahala yang besar.
Memberi nafkah bagi seorang suami merupakan kewajiban yang paling pokok.sementara bagi sang istri. pemberian nafkah itu adalah hak yang mesti harus diterimanya. Keharmonisan dan kebahagiaan dalam rumah tangga suami istri tersebut akan dapat dicapaijika dalam pemberian nafkah tersebut dilaksanakan sebagaimana mestinya,dengan tidak dikurang-kurangi atau juga diiringi dengan ada nya rasa bakhil atau pelit.

          Mengenai kewajiban seorang suami untuk member nafkah istrinya telah diperintakan Rasulullah saw. ketika beliau menjawab pertanyaan shahabat Mu,awiyah bin Hardah ra. yang menyatakan perihal hak seseorang istri dari suaminya
Memberinya makan bila engkau makan,dan memberinya pakaian bila engkau berpakaian. Janganlah engkau memukul bagian wajah, menjelek-jelekkan,dan jangan pula engkau meninggalkannya kecuali di dalam rumah., (HR.Abu Dawud dan lbnu Majah).

Sabda Rasulullah saw. yang lain:
Tiada hariyang dilalui oleh para hamba, kecuali diturunkannya baginya dua malaikat. Lalu berdo'a salah satunya:"ya Allah,berikanlah ganti kepada orang yang memberi nafkah.
sedangkan melaikat yang satunya lagi berdo,a :
 ya Allah, berilah kehancuran kepada orang yang menahan (dari berinfak) .
(HR.Bukhari dan Muslim)


 A.   Hal Penting yang Harus Diperhatikan Dalam Memberi   Nafkah           Keluarga.

Memberikan nafkah bagi keluarga yang diridhai Allah tentu tidaklah hanya sekedar memberikan kebutuhan secara urnum saja,tapi harus memperhatikan hal-hal penting seperti:
1. Memberi nafkah harus didasari rasa tulus ikhlas.
   Memberi nafkah yang didasari ketulusan dapat mendatangkan kebahagiaan        keluarga Odan suami mendapat pahala. Sebaliknya, akan muncui beban yang    terasa kian hari semakin berat dan keadaan yang kian menyebalkan jika            memberi nafkah tidak didasari dengan ketulusan. Sehingga memungkinkan       terjadi ketidak tentraman hidup dalam rumah tangga.

2. Menafkahi keluarga harus dengan yang halal.
   Sebuah hadist menyatakan:
Amal yang pating utama ialah mencari nafkah yang halal. (HR.lbnul ,Ali).

Dengan nafkah yang halal, semua organ tubuh kita, termasuk hati dan pikiran terbentuk idari sari pati makanan yang halal, sehingga keabsahan dan kekhusyu'an ibadah kita lebih terjamin. lni berarti akan mewujudkan keafdhalan amal kita.

Seorang suami yang hanya berprinsip bagaimana caranya mencari serta memperoleh makanan untuk istri dan keluarga lainnya dan tidak  memperdulikan masalah halal atau haram makanan tersebut
sesungguhnya telah melakukan suatu hal yang sangat berbahaya di dalam kehidupan rumah tangganya Jika ternyata makanan yang diberikan tersebut adalah haram atau haram cara mendapatkannya, maka tindakannya tersebut adalah tercela dan sangat membahayakan kehidupan keluarganya.

3. Memberikan nafkah yang cukup untuk beribadah

4. Memenuhi dalam ukuran yang wajar atau tidak berlebihan, tidak memperkaya keluarga dengan menumpuk harta. sebaliknya tetap memperhatikan kepentingan orang lain.
Seorang suami yang membiasakan royal atau berlebih-lebihan dalam memberikan nafkah kepada istrinya secara langsung dapat menjerumuskan istri pada tindak pemborosan serta kemubadziran.

5. Sesuai kemampuan suami

Nafkah keluarga diberikan sesuai kemampuan suami yaitu kemampuan yang paling maksimal, bukan disesuaikan dengan tuntutan istri dan segenap anggota keluarga
Allah swt.berfirman:

"Hendaklah orang yang mampu member nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepada nya.Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan
" (QS. Ath-Thalaaq:  7)

6. Tidak kikir
Kekikiran dalam menafkahi keluarga, tentu akan menyengsarakan anak-istri dan segenap anggota
keluarga. Kecuali jika memang benar-benar tidak ada yang dinafkahkan atau memang tidak mampu.
 Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadist. 
dari 'Aisyah ra. bahwasannya Hindun binti  Utbah istri Sufyan pada suatu hari menghadap Rasulullah saw.seraya bertanya:

"Ya Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan itu sua mi yang sangat kikir ia tidak memberiku nafkah yang cukup bagiku dan anak-anakku kecuali jika aku mengambil nafkah itu" dengan tanpa sepengetahuannya. Maka apakah tindakanku yang demikian itu berdosa?".
Rasulullah menjawab:
"Ambillah nafkah dari suamimu secara baik-baik, sekedar cukup untuk kepentinganmu dan, anak anakmu!"
(HR.Muttafaq 'Ataih).

B.Macam-macam Nafkah Keluarga
Nafkah keluarga yang menjadi tanggung jawab suami di antaranya adalah:

  1)  Kebutuhan sandang pangan.

Kebutuhan ini harus diberikan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan suami dalam mengupayakannya. Memberi nafkah sandang pangan ditegaskan secara langsung oleh Allah swt.
dalam firman-Nya:
.................Dan bagi (para) suami berkewajiban menanggung (kecukupan) pangan dan sandang mereka ( anak- istri) dengan sebaik-baiknya.........."
(QS.Al-Baqarah: 233)

  2)  Kebutuhan papan

Allah swt.berfirman:
"Papankanlah istri-istri kalian dimana kalian bertempat tinggal sesuai dengan kemampuan kalian dan janganlah kalian menyusahkan mereka dengan mengabaikan kebutuhan papan hunian mereka!........"
(QS.Ath-Thalaq : G).

  3)   Pendidikan anak

Zaman sekarang,tidak ada sesuatu yang gratis Demikian juga dengan pendidikan.penyerahan anak ke lembaga-lembaga pendidikan, harus di imbangi dengan biaya yang cukup, dan dari siapa lagi biaya itu kalau bukan dari orang tua khususnya sang ayah yang berkewajiban memberi nafkah keluarga. Mengutamakan dalam pemberian nafkah keluarga berarti telah menjalankan sebagian kewajiban, baik terhidap keluarga maupun terhadap Allah swt,.Dengan nafkah itu seorang suami bisa membahqgiakan keluarganya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Jika kebahagiaan di dunia tercapai, maka kebahagiaan di akhirat dapat tercapai pula. Demikian penjelasan penting perihal kewajiban seorang suami untuk memberikan nafkah kepada istri serta keluarganya. Seorang suami yang shalih pasti akan selalu berupaya memenuhi kewajibannya itu mengingat tindakan mulianya tersebut juga dapat semakin memunculkan rasa cinta kasih,menegakkan ketaatan,dan membangkitkan kesetiaan terhdap istri. Seorang suami yang shalih pasti tidak akan merasa keberatan atau berkeluh kesah ketika berupaya keras

untuk memenuhi kewajiban pokoknya tersebut. Seorang suami yang shalih pasti tidak akan menyia-nyiakan istri dan keluarganya, karena tindakan buruk tersebut hanyalah berbuah dosa semata baginya.

demikian semoga bermanfaat.

0 Response to " KEWAJIBAN SUAMI KEPADA ISTRI "

Post a Comment

wdcfawqafwef