Baca Juga
Keluarga adalah sekelompok manusia yang terdiri dari, ayah, ibu dan anak-anaknya atau suami istri dan anak- anaknya .Sakinah bermakna tenang, tenteram, dan tidak gelisah. Mawaddah bermakna penuh cinta dan warahma bermakna kasih sayang. Jadi mawaddah warahmah adalah saling mencintai dan menayangi. Inilah yang menjadi harapan semua para rumah tangga.
Untuk mencapai impian kita menjadikan rumah tangga kita SAMAWA bukanlah sesuatu hal yang mudah, tetapi bukan hal yang mustahil untuk kita gapai atau kita raih. Jalan menuju kesana butuh perjuangan ekstra dan do,a yang selalu di panjatkan. Karena arah itu penuh rintangan dan duri menusuk..Kata sakinah yang kita artikan dengan damai tau tenang dan tenteram adalah semakna dengan sa’adah yang bermakna bahagia. Dengan arti keluarga sakinah adalah keluarga yang bahagia keluarga yang penuh rasa kasih cinta dan menyayangi.Sebelum kita lanjut, tentang keluarga sakinah mawaddah warahmah . terlebih dahulu kita akan membahas apa itu bahagia? Apa itu damai? Dan bagaimana cara memperolehnya? karena jika salah arah mencarinya maka kita tidak akan menemukan kedamaian dan kebahagiaan selamanya.Sebahagian orang menyangka kebahagiaan adalah dengan materi yang cukup, karena dengan uang menjadikan kaya dengan kekayaan itulah kita bisa menyempurnakan kebutuhan jasmani kita. Lain halnya dengan yang miskin harta, dengan kemiskinannya susah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Orang kaya mau apa saja bisa, orang miskin selalu mempunyai keterbatasan dalam keinginannya yang sama dengan si kaya.Namun pertanyaan untuk kita semua…Kita pilih yang mana ?Suami yang membahagiakan kita dengan harta karena kekayaannya tanpa mengajarkan kita agamaAtau suami miskin dan tetap berusaha mencari nafkah dan juga tidak lalai mengajarkan keluarganya agama.Pilih yang mana?Kedua model di atas siapakah suami yang sebenar-benarnya mencintai anda?Terkadang orang berfikir bahwa alangkah damainya orang yang kaya dengan bergelimang harta, perabotan rumah yang serba mewah, rumah mewah kendaraan mewah. Kebun dan tanamannya luas dan beraneka ragam, dan dihormati banyak orang. Silih berganti orang yang menemuinya.Sangat beda dengan si miskin yang jarang di sapa orang bahkan mungkin sahabat karibnya sudah enggan lagi mengaggapnya sebagai teman.Dan sebagain orang juga menyangka yang damai hatinya adalah orang yang mempunyai kedudukan yang tinggi di masyarakat dan golongannya. Yang mempunyai pengaruh kuat mempengaruhi massa. Dan sebagian orang juga berpendapat kebahagiaan itu tercapainya keinginan yang di impikannya. Dan sebagian yang lain juga menganggap kebahagiaan itu adalah kesehatan badan, karena dengan kesehatan badan bisa memakan segala jenis makanan.Kesemua perkara di atas tidak salah.Akan tetapi jika kebahagiaan itu kita menganggapnya seperti sangkaan orang-orang pada tulisan di atas maka akan sangat sulit kita menemukan kebahagiaan itu. Karena sangkaan orang itu adalah fatamorgana atau bayangan belaka(Menipu). Bukan hakikat dari kedamaian, dan kebahagiaan hati.Jika kita mengikuti sangkaan orangtentang kebahagiaan seperti poin tersebut diatas maka anggapan itu adalah salah.Karena betapa banyak orang kaya tidak merasa kaya, hingga menyebabkannya rakus dengan harta. Sehingga terbesit di benaknya untuk mengumpulkan dan menguasai harta sebanyak-banyaknya, jabatan setinggi-tingginya. Ini bukanlah kebahagiaan melainkan kegelisahan yang nyata.Bahkan ternyata orang-orang yang kaya itu gelisah dengan hartanya, apakah akan di rampok? Kemana berpinda tuannya jika meninggal? Bagaimana jika jatuh miskin? Dan masih banyak lagi ketakutan lainnya yang menyelimuti benaknya. Terlebih lagi jika kekayaannya bergelut dengan riba, atau setoran bulanan Bank yang tidak bisa di tunda. Apakah bahagia jika demikian?Isi adalah salah satu bukti kekayaan bukanlah jaminan kebahagiaanLantas bagaimana kebahagiaan itu dan di mana?Pada dasarnya kedamaian dan ketentraman hati itu berada di dalam jiwa seseorang, dan tidak satu pu manusia yang tahu akan rasai jiwa, sebab jiwa itu adalah roh dan roh itu urusan allah. Dan hanya allah yang mengetahuinya sebagimana firmannya :
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
Dan mereka akan bertanya kepadamu tentang roh, katakannlah soal roh adalah
urusan tuhanku.
(QS. Al_Isra : 85)
Jika demikian berarti hanya allahlah yang mampu menunjukkan jalan menuju ketenteraman hati (Bahagia). Jika ingin mengetahui siapa manusia yang bahagia bertanyalah kepada allah, karena hanya dia mengetahui urusan roh.allah mengetahui rahasia jiwa. Kebahagiaan tidak dapat di artikan di dunia ini karena yang ada di dunia ini bukanlah kebahagiaan sesungguhnya melainkan hanya getaran ketakutan hati kepada allah yang di dapatkan melalui ketaatan, kepatuhan, dan ketundukan seorang hamba.Jadi di dunia ini tidak ada yang bahagia. Melainkan efek takwalah yang ada. Jadi di dalam keluarga yang samawa bersama-sama menjalankan perintah allah, mengetahui hak, dan kewajiban masing-masing individu yang terhimpun dalah rumah tangga karena perintah allah, istri patuh kepada suaminya karena perintah allah, suami membimbing istri dan anak-anaknya karena perintah allah.Jadi kebahagiaan itu adalah balasan ketaatan, ketakutan, kepatuhan dan ketundukan kita kepada allah yang tiada lain akan di peroleh di akhirat nanti (Syurga Rahmat allah).Tiada kebahagiaan di dunia ini melainkan hanyalah ketenteraman, yang allah titipkan di dalam hati manusia sebagaimana firmannya :
Maka allah menurunkan ketenteraman atas rasulnya dan orang- orang beriman
( QS. Al- Fath : 26)
Jadi orang-orang yang patuh kepada allah dan rasulnya hanya mendapatkan
ketenteraman. Dan orang-orang beriman dan beramal shaleh tidak pernah merasa takut
dan berduka cita atau selalu tenteram dan damai sebagai mana firman allah :
Maka allah menurunkan ketenteraman atas rasulnya dan orang- orang beriman
( QS. Al- Fath : 26)
Jadi orang-orang yang patuh kepada allah dan rasulnya hanya mendapatkan
ketenteraman. Dan orang-orang beriman dan beramal shaleh tidak pernah merasa takut
dan berduka cita atau selalu tenteram dan damai sebagai mana firman allah :
فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ
وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ ۖ فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar
gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan
perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka
bersedih hati.
( QS. Al- An,am : 48)
Dan orang- orang yang menaati allah dan rasulnya pasti akan bahagia, sebagaimana
firmannya :
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Barang siapa yang menaati allah dan rasulnya maka sesungguhnya ia akan
berbahagia sebenar-benarnya bahagia,
(QS. Al-Ahzab : 71)
Telah jelas bahwa kebahagiaan itu di temukan di akhirat nanti seperti yang allah katakan maka sesungguhnya ia akan berbahagia sebenar-benarnya bahagia, kata sebenar-benarnya merupakan sesuatu hal yang sangat di pastikan hal itu hanya ditemukan di akhirat dengan kata tersebut bukanlah mengisyaratkan kebahagiaan yang sesungguhnya di syurga.
Begitupun orang yang beramal shaleh akan memperoleh penghidupan baik dan
tenteram hatinya, sebagaimana firmannya :
Begitupun orang yang beramal shaleh akan memperoleh penghidupan baik dan
tenteram hatinya, sebagaimana firmannya :
Barang siapa yang beramal shaleh baik laki-laki atau perempuan dan ia beriman, maka sesungguhnya akan kami hidupkan ia dalam kehidupan yang baik
Dalam ayat yang lain juga di sebutkan, bahwa manusia akan memperoleh
ketenteraman hati dengan jalan mengingat allah, zikir kepadanya sebagaimana
firmannya :
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi
tenteram.
(QS. Ar-Rad : 28)
Jika manusia tidak menaati allah dan rasulnya maka hidupnya akan gelisah, tidak tenteram. Sebagaimana firman allah :
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya
penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam
keadaan buta".
( QS. Thaha 124)
Untuk menuju keluarga Sakinah mawaddah warahma (SAMAWA) banyak jalan yang harus di tempuh di antaranya adalah :
MEMILI CALON ISTRI YANG BAIK
Isirti adalah tempat berteduh badi suami dan sebagai temn hidup, pengatur rumah tangga, sebagai ibu anak-anak, tempat menyampaikan isi hati, maka suatu keharusan bagi kaum laki-laki jika hendak kawin maka hendaklah memilih calon istr yang baik, calon istri yang baik akan menghasilkan kebaikan dalam keluarga istri yang baik akan mendatangkan kebahagiaan, ketenteraman hidup dalam keluarga.Lalu bagaimana calon istri yang baik?Apakah yang cantik rupanya, atau keturunan orang kaya, dalam perkara ini rasulullah telah memberikan gambaran, bahwa laki-laki yang hendak menikah hendaklah menikahi wanita yang beragama, dan agama bagi wanita merupakan hal yang di nomor satukan sebagimana sabdanya :
Wanita itu kawin karena 4 sebab, karena hartanya, karena keturunannya, karena
kecantikannya dank arena agamanya. Pilihlah wanita yang beragama tentu kau akan
selamat ( HR. Bukhari dan Muslim).
Nasihat rasulullah ini berarti laki-laki harus menikah dengan wanita yang beragama meskipun tidak cantik, akan tetapi kecantikan, keturunan, kekayaan boleh di jadikan dasar untuk mencari wanita yang ingin di kawini asalkan dia beragama dan benar-benar wanita salihah. Sebab wanita yang baik bagi seorang laki-laki adalah wanita yang menyenangkan apabila di pandang.
Sebagaiman sabda nabi :
Sebaik-baik wanita adalah yang apa bila kamu memandangnya kamu akan senang,
apabila kamu perintah ia patuh kepadamu, apabila kamu beri bagian ia akan
menerimanya, apabila kamu pergi ia akan menjaga dirinya dan menjaga hartamu.
( HR. Nasa,I dan lain-lain)
Yang di maksud cantik dalam hadist di atas adalah cantik menurut pandangan seseorang, bukan cantik menurut pandangan umum, sebab kecantikan seseorang bervariasi tergantung penilaian laki – laki. Sebagian lelaki mengatakannya tidak cantik, namun sebagian yang lainnya mengatakan ia cantik.
Jadi nasehat rasulullah saw. Melalui hadist itu bermakna, bahwa jika kita telah cinta kepada wanita, yang menurut anda ia cantik dan berharta dari keturunan yang berpangkat, maka selidikilah agamanya. Jika ia tidak beragama maka jangan melanjutkan pernikahan tersebut. Sebab akan mencelakakan anda ssendiri.Wanita yang beragama dan berbudi luhur dapat menyenagkan hati, mengamankan dirinya dan harta suaminya dan dapat mendidik anak-anaknya dengan budi pekerti yang baik, sebab pengaruh orang tua terhadap anak, terutama ibu sangat berpengaruh besar terhadap kelangsungan hidup generasi kecil anda.Olehnya itu sangat penting untuk memilih wanita yang baik, boleh jadi anda memilihnya karena kekayaannya namun ternya itu yang menjadikannya engkau
rendah dimatanya. Boleh jadi engkau menikahi wanita karena kedudukannya yang tinggi tapi dengan itu anda akan di remehkan. Boleh jadi engkau menikahi wanita karena kecantikannya yang tapi dengan itu ia selalu merasa sombong dan enggan berjalan bersamamu karena kecantikannya. Jika demikian sampai dimana ketenteraman keluarga yang kita impikan.Dan begitu pentingnya niat sebelum menikah, karena salah niat kita menikah maka akan susah pula akhirnya
Sebagaimana sabda nabi Muhammad saw.
Barang siapa menikahi wanita karena kedudukannya, maka allah akan menambahi
dengan kehinaan, dan barang siapa yang mengawininya karena hartanya, maka allah
akan menambahinya dengan kemiskinan, dan barang siapa yang mengawininya
karena keturunannya, maka allah akan menambahinya dengan kerendahan, sedang
barang siapa menikahi wanita karena ingin menjaga pandangannya (dari pandangan
yang terlarang) dan ingin menjaga kehormatannya ( dari perbuatan zina) serta
membina hubungan kekeluargaan niscaya allah akan memberkahi dirinya dan istrinya.
Dari hadist di atas sangat berpengaruh kuat akan niat ibadah yang satu ini, olehnya itu
menikahlah karena allah bukan karena hawa nafsu ( Harta, kecantikan, keturunan) Yang menjadi niat awal anda.Sekian artikel ini semoga bermanfaat terutama akhwat dan ikhwat yang belum menikah agar kiranya memperhatikan poin penting dalam artikel ini. Agar pernikahan dapat menjadi ibadah dan mengantarkan kita pada keluarga sakinah mawaddah warahma. Amin. Yaaa. Rabbal alamin…..

Oiya ngomongin keluarga, ternyata ada loh beberapa cara yang bisa dilakukan agar keluarga sukses dalam hal keuangan. Mau tau caranya? Yuk cek di sini: Tips agar keluarga sukses finansial
ReplyDelete