Baca Juga
Hadits ke-3
عَن
عُقبةً
بنِ
عَامِرٍ
رَضيِ
اللٌهٌ
عَنهٌ
قَالَ
خَرَجَ
عَلَينًا
رَسُولٌ
اللٌه
صَلْي
اللٌه
عَلَيهِ
وَسَلٌمَ
وَنخَنُ
فيِ
الصفٌةِ
فَقَالَ
اَيٌكُم
يُحبٌ
اَن
يَغدُ
وَ
كُلٌ
يَومٍ
اِلي
بُطحَانَ
اَواَلى
الَعقَيقَ
فَيَاٌتيِ
بِنَاقَتَينِ كَومَاوَينِ فِي غَيِر اِثمٍ وَلآ قَظيعَةِ رَحَمٍ فَقُلنَا يَارَسُولَ اللٌهِ كُلٌنَا نُحِبٌ ذَالِكَ قَالَ اَفَلآ يَغدُو اَحَدُكُمَ اِلَى المسَجِدِ فَيَتَعَلَمَ اَوفَيَقَرٌاَ ايَتَينِ مِن كِتَابِ اللٌه خَيرٌلَه مِن نَاقَتَينِ وَثَلآثُ خَيرُلَه مِن ثَلآثٍ وَاَربَعُ خَيرُلَه من اربع ومن اعدادهن من الأبل .(رواه مسلم وابو داوود).
Dari Uqbah bin Amir r.a., ia
menceritakan, “Rasulullah saw. Datang menemui kami di shuffah, lalu beliau
bertanya, ‘Siapakah diantara kalian yang suka pergi setiap hari ke pasar
Buth-han atau Aqiq lalu ia pulang dengan membawa dua ekor unta betina dari
jenis yang terbaik tanpa melakukan satu dosa atau memutuskan tali silaturahmi?’
Kami menjawab, Ya Rasulullah, kami semua menyukai hal itu.’ Rasululullah saw.
Bersabda, ‘Mengapa salah seorang dari kalian tidak kemasjid lalu mempelajari
atau membaca dua buah ayat al Qur’an (padahal yang demikian itu) lebih baik
baginya dari pada dua ekor unta betina, tiga ayat lebih baik dari tiga ekor
unta betina, dan begitu pula membaca empat ayat lebih baik baginya daripada
empat ekor unta betina, dan seterusnya sejumlah ayat yang dibaca mendapat
sejumlah yang sama dari unta-unta.” (Hr. Muslim dan Abu Dawud)
Shuffah adalah sebuah lantai
khusus di Masjid Nabawi tempat orang-orang miskin Muhajirin tinggal. Mereka
dikenal dengan sebutan Ahlush Shuffah (orang-orang shuffah). Jumlah sahabat
ahlush shuffah selalu berubah dari waktu ke waktu. ‘Allama Suyuti rah.a. telah
menyusun seratus
satu nama sahabat yang tinggal di
Shuffah, dan ia menulis tentang mereka di dalam risalah tersendiri. Sedangkan
Buth-han dan Aqiq adalah nama dua buah tempat di Madinah sebagai pasar
perdagangan unta. Orang Arab sangat menyukai unta, terutama unta betina yang
berpunuk besar.
Maksud ‘tanpa melakukan suatu
dosa’ adalah mendapatkan sesuatu dari orang lain tanpa usaha atau berkorban.
Bukan harta yang bertambah melalui pemerasan, pencurian, atau merampas warisan
sesama saudara. Oleh karena itu, Rasulullah saw. Menyatakan dalam sabdanya,
bahwa unta itu diperoleh tanpa bersusah payah sama sekali dan tanpa berbuat
suatu dosa pun. Sudah pasti memperoleh harta dengan cara demikian lebih
disenangi oleh semua orang. Akan tetapi Nabi saw. Menyatakan bahwa mempelajari
beberapa ayat al Qur’an itu lebih baik dan lebih utama daripada mendapatkan
semua itu.
Hendaknya kita meyakini hal ini, bahwa keutamaan dan pahala mempelajari al
Qur’an tidaklah sebanding dengan seekor atau dua ekor unta, bahkan dengan
kerajaan seluas tujuh benua sekalipun. Karena semua itu pasti akan
ditinggalkan, jika bukan hari ini tentu hari esok saat maut menjemput semuanya
terpaksa harus berpisah. Sebaliknya, pahala membaca satu ayat Al Qur’an akan
bermanfaat untuk selama-lamanya. Dalam urusan keduniaan, kita dapat saksikan
bahwa orang orang yang diberi satu rupiah tanpa beban tanggung jawab apapun
akan lebih senang daripada dipinjami seribu rupiah agar disimpannya tetapi
kelak akan diambil lagi, karena ia hanya dibebani amanah tanpa mendapat manfaat
sedikitpun.
Hadits diatas intinya adalah
mengingatkan kita akan perbandingan sesuatu yang fana dengan sesuatu yang
abadi. Ketika seseorang sedang sedang diam atau bergerak, hendaknya selalu
berfikir apakah ia sedang berbuat sesuatu yang hasilnya sementara dan sia-sia
atau sesuatu yang hasilnya kekal dan bermanfaat? Betapa rugi jika kita gunakan
waktu hanya untuk menghasilkan bencana yang abadi.
Kalimat terakhir didalam hadits
di atas menyebutkan bahwa jumlah ayat yang sama tetapi lebih utama daripada
jumlah untanya. Kalimat itu mengandung tiga maksud, yaitu:
a) Walaupun sampai jumlah empat
ayat saja yang disebutkan secara terperinci, tetapi maksudnya adalah semakin
banyak jumlah ayat yang dibaca akan semakin semakin banyak pahala yang
diperoleh. Dalam pengertian ini, semua unta sama, baik jantan maupun betina.
b) Jumlah untanya sama dengan
jumlah yang disebutkan dalam hadits diatas, tetapi untanya bergantung pada
selera masing-masing. Ada yang menyukai unta betina ada yang menyukai unta
jantan. Oleh sebab itu, Nabi saw. Menegaskan bahwa satu ayat lebih berharga
daripada seekor unta betina. Jika seseorang menyukai unta jantan, maka satu
ayat lebih baik daripada unta jantan.
c) Jumlahnya tidak lebih dari
empat, tetapi pengertiannya bukan saja lebih baik daripada unta betina atau
unta jantan, tetapi lebih baik daripada keduanyanya. Jelasnya, membaca satu
ayat lebih baik daripada sepasang unta jantan dan unta betina. Demikianlah
seterusnya, setiap ayat lebih utama daripada sepasang unta.
Ayah saya (nawwarullaahu
marqadahu) lebih setuju dengan pendapat ini, sebab lebih banyak keutamaannya.
Namun walaupun demikian, tetap tidak dapat disamakan antara membaca satu ayat
al Qur’an dengan satu ekor atau dua ekor unta. Ungkapan ini sekedar gambaran
dan contoh saja. Sebelumnya telah jelaskan bahwa satu ayat al Qur’an akan
memperoleh pahala abadi yang lebih utama dan lebih baik daripada kerajaan
seluas tujuh benua yang fana ini.
Mulla Ali Qari rah.a.menulis tentang seorang syaikh yang sedang bersafar.
Ketika tiba di Jeddah, ia diminta oleh para pengusaha kaya agar tinggal lebih
lama di tempat mereka, agar harta dan perniaganya mendapat berkah karena
kehadiran seorang syaikh.
Pada mulanya syaikh menolak
tawaran mereka, tetapi setelah didesak akhirnya syaikh berkata, “Berapakah
keuntungan tertinggi dari perniagaan kalian?” jawab mereka, “penghasilan kami
berbeda, setidaknya kami bias mendapatkan keuntungan dua kali lipat.” Syaikh
itu berkata, “kalian ini bersusah payah untuk mendapat keuntungan yang sedikit.
Aku tidak menghendaki karena sesuatu yang sedikit ini aku harus kehilangan
shalatku di Masjidil Haram yang pahalanya dilipatgandakan hingga seratus ribu
kali.”
Hakikat inilah yang harus
dipikirkan oleh setiap kaum muslimin, sehingga mereka tidak mengorbankan
keuntungan agama demi mendapatkan keuntungan dunia yang sedikit ini.
0 Response to "Hadis keutamaan al-quran hadist ke 3 dari 40"
Post a Comment