Baca Juga
Hadits ke-7
عَن
عُمَرَ
بنِ
الخَطٌاَبِ
رَضَي
اللٌهُ
عَنهُ
قَالَ:
قَالَ
رَسُولٌ
اللٌهُ
عَلَيهِ
وَسَلٌمَ
اِنَ
اللٌهَ
يَرفَعُ
بِهذَ
االكتَاِبِ
اَقَوامًا
وَيَضَعُ
بِه
اخَرِينَ
(رواه
مسلم)
Dari Umar r.a berkata bahwa
Rasulullah saw. Bersabda, “Allah mengangakat derajat berapa kaum melalui kitab
ini (al Qur’an) dan Dia merendahkan beberapa kaum lainnya melalui kitab ini
pula.” (Hr. Muslim)
Barang siapa yang beriman dan
beramal dengan al Qur’an, niscaya Allah akan mengangkat derajatnya dan
memuliakannya di dunia dan di akhirat. Dan siapa saja yang tidak beramal dengan
al Qur’an, maka Allah pasti menghinakannya. Allah Swt. Menyatakan dalam al
Qur’an,
…يُضل به كثيراً ويهدي به كتيراً….
“… dengan perumpamaan itu banyak
orang yang disesatkan Allah dan (dengan perumpamaan itu pula) banyak orang yang
diberiNya petunjuk…” (Qs. Al Baqa-rah [2] : 26)
Firman lainya:
وننزل
من
القران
ما
هو
شفا
ء
ور
حمة
للمو
منين
ولا
يز
يد
الظلمين
الا
خسا
را…………….؟
“dan Kami turunkan dari al Qur’an
sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan al
Qur’an itu tidak menambah bagi orang-orang yang zhalim selain kerugian.” (Qs.
Al Isra [17]: 82)
Ulama bahwa jika seseorang mulai
membaca satu surat dalam al Qur’an, maka malaikat mulai memohonkan rahmat
untuknya dan mereka akan terus dalam keadaan berdoa untuknya sampai ia selesai
membacanya. Tetapi ada pula seseorang yang mulai membaca suatu surat dalam al
Qur’an, namun malaikat mulai melaknatnya sampai ia selesai membacanya.
Menurut sebagian ulama, terkadang
ada seseorang membaca al Qur’an tetapi tanpa disadari ia telah memohon laknat
untuk dirinya sendiri terus menerus, misalnya ia membaca ayat al Qur’an yang
berbunyi:
ألا
لعنةُ
الله
علىَ
الظَّالمينَ
“Ingatlah laknat Allah
(ditimpakan) ke atas orang-orang yang zalim.”(Qs.Hud[11]:18)
Sementara ia sendiri berbuat zhalim, maka laknat Allah pun menimpanya.
Sementara ia sendiri berbuat zhalim, maka laknat Allah pun menimpanya.
Atau ayat lain yang berbunyi:
{ لعنة الله علي ا لكاذبين }…..
“laknat Allah (ditimpakan) ke
atas orang-orang yang berdusta.” (Qs. Ali Imran [3]:61)
Sedangkan ia sendiri suka berdusta, maka ia pun terkena laknat itu.
Sedangkan ia sendiri suka berdusta, maka ia pun terkena laknat itu.
Amir bin Watsilah r.a.
menceritakan bahwa Umar r.a. telah mengangkat Nafi’ bn Abdul Haris sebagai
walikota Makkah Mukharamah. Suatu ketika Umar bertanya kepada Nafi”, “Siapakah
yang dijadikan Pengurus kawasan kawasan hutan?” “Ibnu Abza r.a., “jawab Nafi’.
Umar r.a bertanya lagi, “Siapakah Ibnu Abza itu?” Nafi menjawab, “Ia adalah
seorang hamba sahaya.” Umar r.a. bertanya, “Mengapa engkau mengangkat seorang
hamba sahaya sebagai pengurus?” Nafi’ menjawab, “Ia adalah hamba sahaya yang
senang membaca al Qur’an.” Mendengar jawaban itu, Umar r.a. langsung
menyebutkan sabda Rasulullah saw., “Melalui al Qur’an, Allah menghinakan banyak
orang dan mengangkat derajat banyak orang.”
0 Response to "Hadis keutamaan al-quran hadist ke 7 dari 40"
Post a Comment