Baca Juga
Assalamualikum warohmatullahi
wabarokatuh…
Alhamdulillah sobat yang budiman,
allah lah yang mengantarkan sobat hingga
sampai masuk blog ini…Baiklah saya akan membagikan
sedikit renungan qalbu…. Simak yuuuk!!!
BISMILLAHIRRAHMANI RAHIM
Saudaraku… hari kemarin, hari
ini, esok, lusa dan seterusnya segala aktivitas kita begitu mengejar dunia.
Saudaraku bukankah itu hal yang
begitu melelahkan. Tiada harapan yang kita impikan melainkan mendapatkan
kebahagiaan dan kesuksesan hidup?
Saudaraku… seperti apakah
kebahagiaan yang kita impikan? Seperti apakah kesuksesan yang kita inginkan? Simak Al-Quran surat 13
ayat 26
اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ
Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)
Saudaraku… kebahagiaan dan kesuksesan tidak akan pernah kita gapai bila jauh dari agama, kebahagiaan dan kesuksesan hanya ada dalam agama. Dengan agamalah kita meniti menuju akhirat dengan sukses dan bahagia.Pertanyaan mungkin muncul apa mungkin bahagia itu bisa dengan agama?Saudaraku… setiap makhluk ciptaan allah mempunyai habitat. Ikan bila di letakkan di daratan akan melompat –lompat bukan karena ia gembira, tapi ia tersiksa masuk pada habitat lain. Begitu juga dengan manusia bila jauh dari habitatnya yaitu agama maka akan terlihat senang karena terlihat sukses dengan kekayaannya, terlihat bahagia dengan kejayaannya namun nalurinya di penuhi kerisauan dengan harta dan kejayaannya.Saudaraku… bila anda selama ini lalai dari mengingat allah karna alasan mencari rizkinya, ketahuilah saudaraku rizki akan mudah anda dapat dengan mendekatkan diri padanya. Seperti yang ia katakana dalam firmannya SURAT FAATHIR Ayat 29
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi
Saudaralah yang terjemahkan maknanya ayat tersebut…
Saudaraku Ibarat kita beternak ayam, ayam-
ayam tersebut memiliki karakter yang berbeda. Ada yang jinak dan liar. Pasti
kita mempunyai cara yang berbeda pula dalam cmemberi makan pada ayam-ayam
tersebut. Ayam yang liar kita berikan dengan cara meghamburkan begitu saja. dan
apa yang terjadi setelahnya? Mereka saling berebut dan saling mematuk. Namun
kita melakukan hal yang berbeda dengan ayam yang jinak , kita memberinya makan di
samping kita dan memberikannya dengan perlahan tanpa
menghamburkannya bahkan sesekali kita beri dan makan di tangan kita sendiri
apabila makanan tersebut habis kita tambah lagi dan lagi hingga benar-benar
ayam tersebut menjadi kenyang dan pergi. Simak surat 67 ayat 21
أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ ۚ بَلْ لَجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ
Atau siapakah dia yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya? Sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?
Saudaraku… begitulah perumpamaan
bila manusia jauh dari allah dan dekat dengannya. Bila kita jauh dari allah
maka kita akan merasa gelisah dalam hal reski, bahkan terkadang kita menyakiti
saudara semuslim kita demi merebut reski tersebut, bahkan terkadang saling
membunuh karena memperebutkan reski, naudzubillahi minzalik. Namum sebaliknya
bila kita dekat dekat dengan allah, allah akan memberi kita riski dengan
caranya yang penyantun, bila habis ia tambahkan dan di tambahkan lagi.
Saudaraku… kita masih kurang rasa
syukurnya, karena kadar riski yang kita ukur hanya uang, rumah dan
kendaraan mewah…
Perumpamaan kecil… lihat dan
pelajarilah makhluk allah yang lain misalnya, burung, setiap hari ia terbang di
pagi hari kian kemari mencari rizki,
dan pulang di sore hari barulah mereka menemukan rizki dan membawanya dengan gembira
ditembolok-tembolok mereka. Tapi, manusia bila terbangun di pagi hari masya
allah… kita sudah menemukan nasi di periuk serta lauknya yang sudah tersedia
untuk kita santap. Bukankah itu sebuah karunia yang begitu besar untuk kita
syukuri???
Saudaraku… kemanakah kita selama
ini, mengapa kita tidak menemukan diri kita sendiri? Bahkan kita tidak
menemukan diri kita sendiri.
Saudaraku kembalilah ke habitat
kita, kefitrah kita yang sebenarnya. Yaitu menyembah, patuh, takut dan tunduk
padanya.Saudaraku.. rizki yang anda cari sudah
di tetapkan kadar ukurannya, tak perlu risau dengan itu kita tidak mungkin kita
meniggalkan dunia ini sebelum kadar
rezki yang di tetapkan untuk kita tersebut telah habis di sisi allah… mari kita
simak alquran SURAT 42 ayat 7 dan surat 37 ayat 41
Surat 42 ayat 7
وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ
Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat
surat 37 ayat 41
أُولَٰئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَعْلُومٌ
0 Response to "RENUNGAN HIDUP {PARA PENCARI REZKI"
Post a Comment