Baca Juga
Begitu banyak cerita tentang cinta itu gila, bahkan Sampai Di dunia Perfileman….yang mengaggapnya benar-benar gila, tentu landasan berfikir seorang skenario film tersebut berasumsi cinta itu gila. ya... manusia ada-ada saja...
Sebelum saya lanjut kita harus sepakat dulu, Gila adalah tidak berfungsinya akal dengan baik. kalau sudah sepakat kita lanjutkan.
baiklah...pernahkah kita bertanya, apa memang cinta itu gila? Kita sudah termakan tontonan asyik membuai pikiran. Yang ada hanyalah berasumsi bahwa cinta itu memang gila...Cinta itu gila atau manusia yang gila Berikut ulasannya :
Saudara yang budiman, CINTA adalah fasilitas rohani manusia yang allah titipkan di dalam dada-dada manusia dan juga sebagai pelengkap raga dalam bertindak sebagai sarana untuk menembus kefitraan manusia dengan sang khalik.Cinta bila di sebut gila, berarti kita sudah salah mengartikan fasilitas mulia titipan allah itu negative, yang nyatanya bukanlah cinta yang gila namun manusialah yang gila. mungkin anda bertanya kenapa? Karena cinta merupakan salah satu fasilitas rohani, diantara fasilitas yang lainnya. Cinta adalah hawa nafsu dengan hawa nafsu itulah manusia mengalami peradaban dalam kehidupan, dengan hawa nafsu pula manusia mencapai puncak kejayaan, namun dengan hawa nafsu pula manusia melenggang masuk kejurang kenistaan.Gila adalah salah satu sebutan untuk manusia yang tidak berfikir positif, tidak menggunakan fasilitas rohani yang satu ini yaitu akal.Jika dengan hawa nafsu manusia melenggang masuk kejurang kenistaan. Sudah sangat jelas manusia tersebut tidak menggunakan akalnya untuk mengontrol cinta atau hawa nafsunya untuk berbuat.Jika dengan dengan hawa nafsu manusia mencapai puncak kejayaan, manusia tipe inilah yang menggunakan akalnya untuk berbuat sesuatu.Dengan ulasan di atas Mungkin sudah agak Nampak siapa yang gila cinta atau manuasia….Perlu diketahui manusia bias berkalam dengan baik, karena adanya 3 fasilitas pada manusia.
Sebelum saya lanjut kita harus sepakat dulu, Gila adalah tidak berfungsinya akal dengan baik. kalau sudah sepakat kita lanjutkan.
baiklah...pernahkah kita bertanya, apa memang cinta itu gila? Kita sudah termakan tontonan asyik membuai pikiran. Yang ada hanyalah berasumsi bahwa cinta itu memang gila...Cinta itu gila atau manusia yang gila Berikut ulasannya :
Saudara yang budiman, CINTA adalah fasilitas rohani manusia yang allah titipkan di dalam dada-dada manusia dan juga sebagai pelengkap raga dalam bertindak sebagai sarana untuk menembus kefitraan manusia dengan sang khalik.Cinta bila di sebut gila, berarti kita sudah salah mengartikan fasilitas mulia titipan allah itu negative, yang nyatanya bukanlah cinta yang gila namun manusialah yang gila. mungkin anda bertanya kenapa? Karena cinta merupakan salah satu fasilitas rohani, diantara fasilitas yang lainnya. Cinta adalah hawa nafsu dengan hawa nafsu itulah manusia mengalami peradaban dalam kehidupan, dengan hawa nafsu pula manusia mencapai puncak kejayaan, namun dengan hawa nafsu pula manusia melenggang masuk kejurang kenistaan.Gila adalah salah satu sebutan untuk manusia yang tidak berfikir positif, tidak menggunakan fasilitas rohani yang satu ini yaitu akal.Jika dengan hawa nafsu manusia melenggang masuk kejurang kenistaan. Sudah sangat jelas manusia tersebut tidak menggunakan akalnya untuk mengontrol cinta atau hawa nafsunya untuk berbuat.Jika dengan dengan hawa nafsu manusia mencapai puncak kejayaan, manusia tipe inilah yang menggunakan akalnya untuk berbuat sesuatu.Dengan ulasan di atas Mungkin sudah agak Nampak siapa yang gila cinta atau manuasia….Perlu diketahui manusia bias berkalam dengan baik, karena adanya 3 fasilitas pada manusia.
1. Cinta (Hawa Nafsu)
2. Akal ( Berfikir)
3. Jiwa raga/ badan ( berbuat)
Ketiga unsur yang menjadi struktur manusia berbuat dan sangat erat kaitannya tidak bisa terlepas salah satunya. Manusia tanpa cinta bermasa bodoh, manusia tanpa akal disebut gila, manusia tanpa raga di sebut Almarhum/almarhumah. Jadi ketiganya harus sejalan.
Persepsi cinta gila…
1. CINTA (Hawa nafsu)
Cinta adalah hawa nafsu, hawa nafsu mempunyai ruang di sebut hati, di dalam hati itulah bersemayamnya niat dan iman dan didalam ini terdapat 2 pengaruh yakni kanan dan kiri. pengimplementasian dari cinta tanpa iman yang kuat yang akan merusak semua fasilitas manusia . Berarti cintalah yang menjadi dalang di setiap niat manusia. Jika cinta menjadi dalang disetiap niat manusia maka, cinta itu akan mengumpulkan berbagai keinginan didalam benak manusia yang sudah pastinya ada niat buruk ada niat baik ( iman). Ketika manusia berbuat jahat apakah itu cinta? Ya! Kenapa? Karena ia menginginkan sesuatu karena keinginan adalah cinta dan menurutnya baik, tapi tidak baik untuk kita. Begitupun manusia berbuat baik karena cinta yang memang sudah menjadi fitrahnya.
1. CINTA (Hawa nafsu)
Cinta adalah hawa nafsu, hawa nafsu mempunyai ruang di sebut hati, di dalam hati itulah bersemayamnya niat dan iman dan didalam ini terdapat 2 pengaruh yakni kanan dan kiri. pengimplementasian dari cinta tanpa iman yang kuat yang akan merusak semua fasilitas manusia . Berarti cintalah yang menjadi dalang di setiap niat manusia. Jika cinta menjadi dalang disetiap niat manusia maka, cinta itu akan mengumpulkan berbagai keinginan didalam benak manusia yang sudah pastinya ada niat buruk ada niat baik ( iman). Ketika manusia berbuat jahat apakah itu cinta? Ya! Kenapa? Karena ia menginginkan sesuatu karena keinginan adalah cinta dan menurutnya baik, tapi tidak baik untuk kita. Begitupun manusia berbuat baik karena cinta yang memang sudah menjadi fitrahnya.
2. AKAL (Berfikir)
Fasilitas yang satu ini mempunyai peranan penting dan menjadi sumber dari hidayah allah, Manusia berbuat jahat, bukan kesalahan cinta, tapi manusia tidak menggunakan fasilitas yang kedua ini. Fasilitas yang kedua ini (Akal) sebagai filter penyaring di semua keinginan/niat yang di munculkan oleh cinta. Bila manusia tidak menggunakan akalnya dia melebihi orang yang benar-benar gila (sinting). Orang yang gila sudah jelas bahwa dia gila karena akalnya tidak waras tetapi kalau manusia memiliki akal yang sehat namun tidak di pergunakan bukankah dia melebihi diambang batas orang yang tidak waras?
Sudah sangat jelas cinta tidak gila tapi manusialah yang gila cinta di sebut juga buta. Karena mencintai lawan jenisnya yang tidak setara dengannya dan masih banyak contoh lain. cinta itu tidak memiliki mata, tapi manusialah yang memiliki mata hati dan mata zahir. Tidak mungkin makhluk yang bernama (cinta) akan buta jika tidak memiliki mata. Yang buta adalah makhluk yang memiliki mata.
Berarti cinta tidak buta manusialah yang buta.
3. JIWA / BADAN ( berbuat)
Fasilitas yang satu ini hanyalah robot yang selalu menjadi korban. yang telah terprogram oleh software yang bernama hati dan akal. Tiada lain sang programmernya adalah makhluk yang bernama IMAN sedangkan iman mempunyai pengaruh kanan dan kiri yang begitu sulit di perangi dan menentukan pengaruh kanan (kebaikan). Tiada lain untuk menentukan pengaruh kanan kecuali dengan ILHAM allah dan ilham tidak diperoleh melainkan HIDAYAH allah sementara hidayah allah itu akan turun pada hati yang bersih yang di saring oleh akal. Apabila kita salah menentukan pilihan maka Jiwa ragalah yang menjadi korban dari kebodohan iman manusia yang belum tepat. Awalnya muncul niat dalam hati sebelum berbuat, hati mengirimkan sinyal yang kuat pada akal dan menampung sementara sinyal tersebut yang kemuadian di olah menjadi bersih . Pada saat inilah peranan akal harus maksimal dan positif. Setelah akal menjalankan fungsinya maka sinyal yang di tampungnya akan di pantulkan kembali ke raga/badan untuk berbuat.Seperti itulah cara kerja manusia yang seharusnya. Apabila ia tidak menggunakan akalnya (Gila) maka sinyal hati yang kuat langsung ke raga/badan memerintahkannya untuk berbuat tanpa melibatkan akal (pertimbangan),hal ini boleh terjadi tanpa menggunakan akal sebagai filter, akan tetapi harus di barengi tuntunan yakni al-Quran dan sunnah. Jika baik menurut al-quran atau hadist tidak usah di pertimbangkan karena pasti baik.
Ketiga fasilitas tersebut mempunyai 2 arus bolak-balik yakni: internal dan eksternal kedua arus itulah yang menjadikan manusia itu baik atau buruk dimata manusia dan allah. Arus eksternal ini yang menjadi penentu utama kebaikan manusia. Yang mana asupan gizi rohani kita bersumber dari mata yang dipakai untuk belajar, yang kemudian di save di otak dan seterusnya di siramkan kedalam hati manusia untuk menemani imannya, agar menjadi programmer yang sejati sesuai ketentuan allah Jadi berhentilah menggila-gilakan cinta dan menyebutnya buta. Ternyata manusialah yang gila dan buta.
Suapilah mata kita dengan Al-quran perbanyak membacanya. Dan temukan kebaikan
didalamnya
Salam…..
0 Response to "CINTA GILA ATAU MANUSIA YANG GILA"
Post a Comment